Home

Wednesday, May 4, 2016

Yang Perlu Anda Ketahui Dari Penyakit Jantung


Penyakit Jantung Koroner adalah penyempitan pembuluh darah kecil yang memasok darah dan oksigen ke jantung. Ini disebabkan oleh pembentukan plak di dinding arteri, dikenal pula sebagai pengerasan arteri. Pembentukan plak ini dapat menyertai perpaduan pradisposisi genetik dan pilihan gaya hidup. Faktor risiko mencakup usia, jenis kelamin, riwayat genetik dan ras. Faktor lain yang memengaruhi kemungkinan CCHD mencakup kolesterol tinggi, merokok, penyalahgunaan substansi dan masalah berat badan.

Faktor-faktor penyakit jantung koroner

Saturday, April 30, 2016

Mahkota Dewa



Mahkota Dewa
(Phaleria macrocarpa [Scheff.] Boerl.) 
Sinonim :
P. papuana Warb. var. Wichnannii (Val.) Back.

Familia :
Thymelaeaceae


Khasiat Tanaman Mangkokan



Mangkokan
(Nothopanax scutellarium Merr.) 
Sinonim :
= N. cochleatum, (Lamk.), Miq. = Polyscias scutellaria, (Burm.f.), Fosb. = Panax cochleatum, DC.

Familia :
Araliaceac


Uraian :
Tumbuhan ini sering ditanam sebagai tanaman hias atau tanaman pagar, walaupun dapat ditemukan tumbuh liar di ladang dan tepi sungai. Mangkokan di sini jarang atau tidak pernah berbunga, menyukai tempat terbuka yang terkena sinar matahari atau sedikit terlindung, dan dapat tumbuh pada ketinggian 1 - 200 m dp1. Perdu tahunan, tumbuh tegak, tinggi 1- 3 m. Batang berkayu, bercabang, bentuknya bulat, panjang, dan lurus. Daun tunggal, bertangkai, agak tebal, bentuknya bulat berlekuk seperti mangkok, pangkal berbentuk jantung, tepi bergerigi, diameter 6-12 cm, pertulangan menyirip, warnanya hijau tua. Bunga majemuk, bentuk payung, warnanya hijau. Buahnya buah buni, pipih, hijau. Biji kecil, keras, dan berwama cokelat. Zaman dahulu, dalam keadaan darurat daunnya digunakan sebagai piring atau mangkok untuk makan bubur sagu sehingga dinamakan daun mangkok. Daun muda dapat dimakan sebagai lalap, urapan mentah, atau direbus dan dibuat sayur. Daunnya juga dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak. Perbanyakan dengan setek batang.

Nama Lokal :
Mamanukan (Sunda), godong mangkokan (Jawa). lanido,; ndalido, ranido, ndari (Roti).ai lohoi, ai laun niwel, daun koin, ; daun papeda (Ambon). daun koin, d. mangkok, memangkokan, ; daun papeda, memangkokan, pohon mangkok (Sumatera); Daun mangkok (Menado), mangko-mangko (Makasar).; Goma matari, sawoko (Halmahera), rau paroro (Ternate).; Platitos (Tagalog), saucer leaf, shell leaf (Inggris).;

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Radang payudara, rambut rontok, sukar kencing, bau badan, luka; Pembengkakan dan melancarkan pengeluaran ASI.;

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIGUNAKAN : Akar dan daun.

INDIKASI :
Akar dan daun mangkokan berkhasiat untuk mengatasi:
- radang payudara,
- pembengkakan dan melancarkan pengeluaran ASI,
- rambut rontok,
- sukar kencing,
- bau badan, dan
- luka.

CARA PEMAKAIAN :
Ambil daun secukupnya lalu direbus dan diminum. Untuk pemakaian luar, daun tua digiling halus, dan dipakai secara setempat.

CONTOH PEMAKAIAN :
1. Radang payudara, pembengkakan disertai bendungan ASI :
    Daun mangkokan tua secukupnya diremas dengan minyak kelapa
    dan sedikit kunyit yang telah diparut. Panaskan di atas api, hangat-
    hangat ditaruh pada payudara yang membengkak.

2. Luka :
    Daun mangkokan segar secukupnya dicuci bersih lalu digiling halus.
    Taruh di atas luka, lalu dibalut. Ganti 2 - 3 kali sehari.

3. Sukar-kencing :
    Daun mangkokan tua yang masih segar direndam dalarn air panas
    beberapa saat. Angkat, lalu hangat-hangat dikompreskan pada
    perut bagian bawah.

4. Rambut rontok :
    Daun mangkokan tua yang masih segar secukupnya setelah dicuci
    bersih lalu digiling halus. Tambahkan sedikit minyak kelapa sambil
    diaduk sampai seperti bubur. Kernudian saring dan peras. Hasil
    perasan dioleskan pada kulit kepala sambil dipijat ringan. Biarkan
    sampai mengering, lalu  rambut dicuci sampai bersih. Lakukan setiap
    hari.

Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Batang dan daun mengandung kalsium-oksalat, peroksidase, amygdalin, fosfor, besi, lemak, protein, serta vitamin A, B1, dan C.


Friday, April 29, 2016

Khasiat Bunga Pukul Empat


Kembang Pukul Empat
(Mirabilisjalapa Linn.) 
Sinonim :
Jalapa congesta Moench. Nyctago hortensis, Bot.

Familia :
Nyctaginaccae


Uraian :
Herba tahunan, tegak, tinggi 20 cm - 80 cm, berasal dari Amerika Selatan, banyak ditanam orang sebagai tanaman hias di pekarangan atau sebagai pembatas pagar rumah. Tumbuh di dataran rendah yang cukup mendapat sinar matahari maupun di daerah perbukitan. Termasuk suku kampah-kampahan, berbatang basah, daunnya berbentuk jantung, warna hijau tua, panjang 2 cm - 11 cm, lebar 8 mm - 7 cm, pangkal daun membulat, ujung meruncing, tepi daun rata, letak berhadapan, mempunyai tangkai daun yang panjangnya 6 mm - 6 cm. Bunganya berbentuk terompet, dengan banyak macam warna, antara lain: merah, putih, jingga, kuning, kombinasi/belang- belang. Mekar di waktu sore hari dan kuncup kembali pada pagi hari menjelang fajar. Buahnya keras, warna hitam, berbentuk telur, dapat dibuat bedak. Kulit umbinya berwarna coklat kehitaman, bentuk bulat memanjang, panjang 7 cm - 9 cm dengan diameter 2 cm - 5 cm, isi umbi berwarna putih.

 Nama Lokal :
Kembang pukul empat (Indonesia, Sumatra), ; Kembang pagi sore, bunga waktu kecil (Sumatra); Kederat, segerat, tegerat (Jawa), Kupa oras, cako raha (Maluku); Bunga-bunga paranggi, bunga-bunga parengki (Sulawesi); Pukul ampa, turaga, bodoko sina, bunga tete apa (Sulawesi); Zi Mo li (China).;

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Amandel (Tonsilis), Infeksi saluran kencing, Kencing manis; Kencing berlemak, Keputihan, Erosi mulut rahim, Reumatik,;

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIPAKAI:
Akar, daun dan buah, dapat dipakai untuk pemakaian luar.

KEGUNAAN:
1. Radang amandel (tonsillitis).
2. Infeksi saluran kencing (genito-urinary tract. infection), prostatitis.
3. Kencing manis (DM), kencing berlemak (chyluria).
4. Keputihan (leucorrhea), erosi mulut rahim (cervival erosion).
5. Radang sendi yang akut (acute arthritis).

PEMAKAIAN: Akar 9 - 15 gr. kering atau 15 - 30 gr. segar.

PEMAKAIAN LUAR:
Pembengkakan payudara (acute mastitis), bisul, koreng, luka terpukul, ezcema.  Lumatkan tanaman segar untuk pemakaian luar atau rebus dengan air secukupnya untuk cuci.
Daun bersifat maturatif (mempercepat pematangan bisul).

CARA PEMAKAIAN:
1. Acute arthritis:
   akar segar direbus, minum. Bila badan panas, ditambah tahu, bila
   badan dingin ditambah kaki sapi, Bunga putih sebanyak 120 gr.,
   direbus, minum.

2. Bisul:
    a. Pada bisulnya dioleskan sedikit minyak kemiri. Daun kembang
       pukul empat dilayukan di atas api, kemudian dioleskan sedikit
       minyak kelapa, tengahnya dilubang dan letakkan di atas bisul.
    b. 10 lembar daun kembang pukul empat dicuci, kemudian
       dilumatkan, ditambah air garam secukupnya, ditempelkan pada
       bisul dan sekelilingnya, Ialu dibalut.
    c. Akar segar dibuang kuhtnya, kemudian dilumatkan dan ditambah
       gula enau. Tempelkan pada bisulnya, sehari diganti 2 x (dua kali).

4. Jerawat:
    Buahnya mengandung zat tepung, dibuat tepung bedak. Tepung
    bedak ini ditambah air, kemudian dioleskan.

PERHATIAN: Wanita hamil dilarang pakai.  Untuk merebus, tidak boleh memakai bahan dari besi (panci, sendok, dll.)

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Tidak berbau, manis, rasa netral sejuk. Anti radang, peluruh air seni, memperlancar-sirkulasi dan menghilangkan hambatan aliran KANDUNGAN KIMIA: Akar mengandung betaxanthins. Buah mengandung zat tepung, lemak (4,3%), zat asam lemak (24,4%), zat asam minyak (46,9%).


Wednesday, April 27, 2016

Cara Mengatasi Kelumpuhan


Paralyse
(Kelumpuhan)

Kelumpuhan dalam Akupunkture dianggap sebagai prilaku Lambung, karena itu disebut Wei Sindrom. Jadi sebab musababnya juga dicari apa saja yang berhubungan dengan lambung, karena meredian lambung mengalir ke seluruh tubuh dari kepala sampai kaki. Disamping iti meredian Lambung juga ada yang bersifat Yang (kepala dan kaki) dan yang bersifat Yin (dada dan perut).
Penyebab :

MERINDING!!! SUNNAH NABI ITU EMANG SUPER (SEHAT DENGAN SUNNAH)



Inilah Rahasiah Mengapa Nabi Muhammad SAW tetap sehat.