inilah, Simulasi Proses Kejadian Manusia dalam Rahim
dan ternyata sudah di jelaskan dalam Al-Qur'an 14 sebelumnya...
Q.S Al-Mu'minun (23) Ayat 12 - 14
12. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.
13. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
14. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.
Wednesday, August 31, 2016
Tuesday, August 30, 2016
Monday, August 29, 2016
Khasiat Kol Belanda Untuk Menyembuhkan ASMA
Kol Banda
(Pisonia alba Span.)
Sinonim :
= P. grandis, R.Br. = P. sylvestris T & B. var. alba.
Familia :
Nyctaginaceae
Uraian :
Kol banda merupakan tanaman asli Indonesia, terutama di
bagian timur Nusantara dan di Jawa serta tempat-tempat lainnya. Tumbuh dengan
baik di hutan, tepi pantai dan tempat-tempat terbuka lainnya seperti di
pekarangan rumah sebagai tanaman pagar, di taman-taman sebagai tanaman hias
atau tumbuh liar dan dapat ditemukan dari 1-300 m dpl. Perdu atau pohon kecil,
tinggi sekitar 5-13 m, percabangan agak mendatar sehingga tampak rindang. Daun
tunggal, bertangkai, bentuknya jorong sampai memanjang, tepi rata atau bergerigi,
ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 9-24 cm, lebar 3-16 cm, tulang daun
menyirip. Daun muda yang tumbuh di ujung batang warnanya putih sampai kuning
pucat, sedang daun tua berwarna hijau muda. Bunganya kecil-kecil berbentuk
tabung, merupakan bunga majemuk menggarpu dan jarang ditemukan. Daun muda dapat
dimakan sebagai lalab mentah, direbus atau sebagai pembungkus buntil.
Perbanyakan dengan cangkok, stek batang atau rantingnya, biasanya dipilih
ranting yang cukup besar.
Nama Lokal :
Kol bandang (Sunda, Jawa), safe (Roti), hale (Flores),;
motong (Solor), hali (Alor), sayor bulan (Timor), kendu (Irian); kayu wulan,
kayu bulan, kayu burang, kayu bulang, buring,; kai lolohun, kayu kulo
(sulawesi), suwe, sayor putih, talang; air puiro, ai puti, ail putiil, kau
fulan uta ambulane, hate bula, hate bulan (Maluku);
Asma, Bisul, Bengkak, Penebalan kulit, Mata ikan, sering
kencing;
Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIPAKAI: Daun.
KEGUNAAN:
- Asma.
- Bengkak-bengkak, bisul.
- Penebalan kulit, mata ikan (clavus).
- Sering kencing.
PEMAKAIAN:
Untuk minum: Secukupnya.
Pemakaian luar. Secukupnya, dipanaskan di atas api sampai
lemas atau digodok dengan susu/santan untuk menurap bagian yang sakit.
CARA PEMAKAIAN:
1. Kaki bengkak:
Daun dicuci bersih
lalu dipanaskan di atas api sampai terasa lemas,
kemudian
diletakkan pada kaki yang bengkak.
2. Bisul :
Beberapa lembar
daun muda, digodok dengan sedikit santan,
setelah lunak
dilumatkan sampai seperti bubur. Dipakai untuk
menurap seluruh
permukaan bisul.
3. Melunakkan kulit yang menebal dan mengeras (clavus):
Daun dicuci bersih
lalu digodok dengan susu atau santan. Setelah
dingin ditempelkan
kebagian kaki yang menebal.
4. Sesak karena asma:
Beberapa lembar
daun yang masih muda dicuci lalu diasapkan
sebentar, makan
sebagai lalab matang. Lakukan 2 x sehari.
Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Daun: Bau lemah tidak
khas, rasa tawar. Anti radang (anti-inflamasi), pembunuh kuman (anti septik).
Wednesday, June 15, 2016
Daun Senna (Cassia angustifolia Vahl.)
Daun Senna
(Cassia angustifolia Vahl.)
Sinonim :
--
Familia :
Uraian :
Semak rendah, tinggi sampai 1,5 m. Daun majemuk menyirip
genap (tanpa anak daun ujung), mempunyai 3-7 pasang helai, menyempit atau
membulat, hijau terang hijau kekuningan. Bunga lengkap dan sempurna,
berbilangan lima, bersimetri tunggal. Kelopak memiliki 5 daun kelopak. Daun
mahkota kuning dengan urat coklat, 5 buah, susunan sirap. Benang sari memiliki
bagian steril (staminodia). Buah elips lebar, kadang bentuk ginjal, pipih, buah
masak pecah, panjang 4-7cm dengan lebar 2 cm, biji 6- 10 perbuah.
Penyakit Yang Dapat Diobati :
EFEK BIOLOGI DAN FARMAKOLOGI Fraksi polisakarida daun Cassia
angustifolia yang diuji dengan allogenic tumor Sarcoma-180 pada mencit, berefek
positif dalam penghambatan pertumbulian Sarcoma-180. Senosida A dalam tubuh
akan mengalami suatu reaksi hidrolisis enzimatik dan reduksi oleh bakteri flora
usus (Entamoeba coli) menjadi rein antron. Rein antron merupakan suatu senyawa
yang menginduksi sekresi air dan mencegah reabsorpsi air dalam saluran
pencernaan, sehingga dapat digunakan dalam upaya penyembuhan konstipasi akut .
FARMAKOLOGI KLINIK Waktu aksi senna berkisar antara 8-10 jam, sehingga
sebaiknya diminum pada waktu malam. Senosida dapat menghilangkan keluhan
konstipasi pasien (irritable bowel syndrome). Pada dosis terapi tidak ditemukan
adanya gangguan kebiasaan waktu defekasi; dapat melunakkan tinja dan
meningkatkan kecepatan transit makanan dalam kolon melalui peningkatan gerakan
peristaltik. Senosida sedikit diserap pada bagian atas saluran gastrointestinal.
EFEK YANG TIDAK DIINGINKAN Pada penggunaan jangka panjang atau penggunaan yang
salah akan berakibat pada kehilangan elektrolit (terutama ion kalium) serta
dapat menjadi penyebab albuminuria, hematuria, deposisi pigmen pada mukosa usus
dan kerusakan pada myenteric plexus. KONTRA INDIKASI Illeus, kerusakan usus,
stenosis, atoni, radang, colonopathics, appendisitis, status dehidrasi,
konstipasi kronik, wanita hamil, dan menyusui, serta anak anak di bawah umur 10
tahun. INTERAKSI Adanya interaksi dengan glikosida jantung (digitalis,
strophanthus) dapat terjadi peningkatan ekskresi ion kalium. Pada hipokalemia
(karena penggunaan laksatif angka panjang), dapat terjadi peningkatan efek obat
antiaritmia (seperti misaInya kinidin). Penggunaan dengan obat lain yang menginduksi
terjadinya hipokalemia seperti tiazida, adrenokortikosteroid atau Liquiritiae
Radix dapat memacu timbulnya ketidak seimbangan elektrolit. TOKSISITAS Daun
senna dapat menyebabkan kesakitan dan dermatitis. Gejala utama yang timbul
akibat overdosis adalah diare yang hebat, sehingga ada kemungkinan kehilangan
cairan dan elektrolit.
Pemanfaatan :
KEGUNAAN DI MASYARAKAT
Digunakan pada upaya mengatasi sembelit (sebagai
"urus-urus"), ambeien, setelah operasi rektalanal, pengosongan
lambung sebelum foto rontgent; sebelum dan sesudah operasi abdominal.
CARA PEMAKAIAN DI MASYARAKAT
Untuk upaya mengatasi sembelit:
Digunakan suatu ramuan yang terdiri dari daun senna, daun
iler, daun kaki kuda masing?masing ¼ genggam, daun saga manis dan daun jintan
masing-masing 1/5 genggam, daun meniran 1/6 genggam, daun papaya, rimpang kunyit 1/4 jari, rimpang temulawak ½ jari, klembak 3/5 jari, asam trengguli 2
jari, gula enau 3 jari. Masing-masing dicuci, dipotong- potong dan direbus
dengan air sebanyak 4 gelas, sehingga
tinggal separohnya; setelah dingin disaring, kemudian diminum, 3 kali sehari, ¾
gelas .
Komposisi :
Daun dan biji mengandung glikosida antrasena yaltu senosida
A,B,C,D,E,F; glikosida rhein, sejumlah kecil aloeemodin, musilago (10%),
flavonoid (turunan kaemferol), glikosida naftalena, isoramnetin, asam
krisofanat, senakrol, senapikrin, katartomanit, ß-sitosterol.
Thursday, May 26, 2016
Kembang Sore
Kembang Sore
(Abutilon indicum (L.) Sweet)
Sinonim :
= Sida indicum, Linn.
Familia :
Malvaceae
Uraian :
Tanaman ini dapat ditemukan dari 1-400 m dpl. Menyukai
tempat terbuka seperti di hutan, semak, tanah kosong yang terlantar, kadang
ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias. Perdu tegak berumur panjang, tinggi
0,5-3 rn, pangkalnya kerapkali berkayu dengan ranting yang keluar dari bawah,
berambut pendek dan rapat. Daun letak berseling, bertangkai panjang, bentuknya
seperti jantung dengan ujung runcing, tepi bergerigi atau beringgit kasar,
tulang daun menjari, panjang 3-11 cm, lebar 2,5-7 cm. Bunga tunggal dengan 5
daun mahkota berwarna kuning, diameter 2-2,5 cm, bertangkai yang panjangnya 2-6
cm, keluar dari ketiak daun dan mekar setelah tengah hari. Buah bentuknya
seperti bola tertekan dengan tinggi 1,5 cm, penampang 2,5 cm, terdiri dari
15-20 celah yang berisi 3 buah biji berbentuk ginjal. Herba ini merupakan
tanaman yang menghasilkan serat berwarna putih. Perbanyakan dengan biji.
Nama Lokal :
Cemplok (Jawa), Barulau, belalang sumpa (Palembang);
Jeuleupa (Aceh), Kembang sore kecil (Maluku),; Gandera ma cupa (Ternate);
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Wasir, Bisul, Sakit Telinga, TB Paru (Bronkhitis), Kencing
batu; Reumatik, Cacing keremi, sakit gigi, gusi bengkak, Demam, Diare;
Kaligata, gondongan, Batuk, Sembelit, Kencing nanah;
Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIPAKAI:
Seluruh tanaman. Untuk penyimpanan, herba setelah dicuci
bersih lalu dipotong-potong seperlunya, kemudian dijemur sampai kering.
KEGUNAAN:
Daun / seluruh tanaman:
- Pembengkakan saluran telinga yang menyebabkan rasa sakit,
pendengaran menurun
atau teiinga berdenging (tinnitus).
- Demam, gondongan (epidemic parotitis).
- TB paru, radang saluran napas (bronchitis).
- Kencing sedikit (oliguria), kencing nanah, kencing batu.
- Radang kandung kencing, radang saluran kencing
(urethritis).
- Diare.
- Bisul (furunkeo, kaligata (urticaria).
- Sakit gigi, gusi bengkak.
- Rematik.
Akar:
- Batuk.
- Kencing nanah.
- Diare.
- Radang telinga tengah (otitis media).
- Wasir.
- Demam.
Biji:
- Disentri. Sembelit. Kencing nanah, cystitis kronis. Cacing
keremi.
- Bisul.
PEMAKAIAN:
Untuk minum:
Seluruh tanaman: 15-30 g (bahan segar: 30-60 g), rebus.
Akar: 10-15 g, rebus.
Pemakaian luar: Daun dilumatkan sampai halus, untuk bisul
dan koreng,
CARA PEMAKAIAN:
1. Wasir:
150 g akar direbus
dengan air secukupnya sampai kental. Diminum
100 cc, sisanya
diuapkan ke lubang dubur selagi panas.
2. Bisul:
1 buah biji kering
digiling menjadi bubuk, lalu diseduh dengan 1
cangkir air panas,
hangat-hangat diminum. Daunnya setelah dicuci
bersih dilumatkan
dan tambahkan madu secukupnya, tempelkan
pada bisul.
3. Sakit telinga, pendengaran menurun:
60 g herba segar
atau 20-30 buah dicuci bersih lalu direbus dengan
daging tanpa
lemak. Setelah dingin disaring lalu diminum. Lakukan
setiap hari.
4. Tuberkulose paru (TB paru) yang masih ringan:
30 g akar kembang
sore, 30 g akar 1 lex asprelia, 15 g Mahonia
japonica, direbus.
Setelah dingin disaring, dibagi dalam 3 bagian
untuk diminum
habis dalam satu hari.
5. Kencing batu:
Herba direbus,
dipakai untuk merendam tubuh. Untuk tapalnya,
ambil daun
secukupnya, setelah dicuci bersih lalu digiling sampai
halus dan dipakai
sebagai tapal pada pinggang dan kandung
kemih. Harus
sering diganti, karena daunnya berbau busuk.
6. Rematik:
Rebusan herba ini
dipakai untuk mandi atau sebagai kompres pada
bagian tubuh yang
sakit.
7. Cacing kerami pada anak:
Biji digiling
halus lalu digulung seperti rokok kemudian dibakar.
Asapnya ditiupkan
kelubang dubur.
8. Sakit gigi, gusi bengkak:
Daun direbus,
hangat-hangat dipakai untuk kumur-kumur.
CATATAN :
- Hati-hati bila pemakai sedang hamil.
- Kasingsat (Cassia occidentalis)
Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Manis, tawar, netral.
Membersihkan panas dan lembab di dalam tubuh (antipiretik), melancarkan
peredaran darah, anti radang, peluruh dahak dan peluruh kencing (diuretik).
Daun: Manis, kelat, hangat. Akar: Manis, tawar, sejuk. Peluruh kencing,
menenangkan organ paru (pulmonary sedative), masuk kedalam meridian ginjal.
Biji: Peluruh kencing, laksans, peluruh dahak, aphrodisiak. KANDUNGAN KIMIA:
Asam amino, asam organik, zat gula dan flavonoid yang terdiri dari gossypin,
gossypitrin dan cyanidin-3-rutinoside. Biji mengandung minyak raffinose (C18
H32 O16).
Wednesday, May 25, 2016
Daun Sirsak
Sirsak
(Annona muricata, Linn. (Latin))
Sinonim :
--
Familia :
Annonaceae
Uraian :
Sirsak (Annona muricata) berupa tumbuhan atau potion yang
berbatang utama berukuran kecil dan rendah. Daunnya berbentuk bulat telur agak
tebal dan pada permukaan bagian atas yang halus berwarna hijau tua sedang pada
bagian bawahnya mempunyai warna lebih muda. Tumbuhan ini dapat tumbuh di
sembarang tempat. Tetapi untuk memperoleh hasil buah yang banyak dan
besar-besar, maka yang paling balk ditanam di daerah yang tanahnya cukup
mengandung air. Di Indonesia, sirsak tumbuh dengan baik pada daerah yang mempuyai
ketinggian kurang dari 1000 meter di atas permukaan laut. Nama Sirsak itu
sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Belanda Zuurzak yang kuranglebih berarti
kantung yang asam. Buah Sirsak yang sudah masak lebih berasa asam daripada
manis. Pengembangbiakan sirsak yang paling baik adalah melalui okulasi dan akan
menghasilkan buah pada usia 4 tahunan setelah ditanam.
Nama Lokal :
NAMA DAERAH: Sirsak (Indonesia) Nangka sabrang, Nangka landa
(Jawa) Nangka Walanda, Sirsak (Sunda) Nangka buris (Madura) Srikaya jawa (Bali)
Deureuyan belanda (Aceh) Durio ulondro (Nias) Durian batawi (Minangkabau) Jambu
landa (Lampung) Langelo walanda (Gorontalo) Sirikaya balanda (Bugis dan
Ujungpandang) Wakano (Nusa Laut) Naka walanda (Ternate) Naka (Flores) Ai ata
malai (Timor)
Penyakit Yang Dapat Diobati :
--
Pemanfaatan :
Khasiat dan manfaat untuk pengobatan:
Ambeien
Bahan: buah sirsak yang sudah masak;
Cara membuat: diperas untuk diambil airnya sebanyak 1 gelas;
Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
Sakit Kandung Air Seni
Bahan: buah sirsak setengah masak, gula dan garam
secukupnya;
Cara membuat: semua bahan tersebut dimasak dibuat kolak;
Cara menggunakan : dimakan biasa, dan dilakukan secara rutin
setiap hari selama 1 minggu berturut-turut.
Bayi Mencret
Bahan: buah-sirsak yang sudah masak;
Cara membuat: buah sirsak diperas dan disaring untuk diambil
airnya;
Cara menggunakan : diminumkan pada bayi yang mencret
sebanyak 2-3 sendok makan.
Anyang-anyangen
(sering kecing tetapi sedikit dan terasa sakit)
Bahan: sirsak setengah masak dan gula pasir secukupnya;
Cara membuat: sirsak dikupas dan direbus dengan gula
bersama-sama dengan air sebanyak 2 gelas; Cara menggunakan : disaring dan
diminum.
Sakit Pinggang
Bahan: 20 lembar daun sirsak;
Cara membuat: direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih
hingga tinggal3 gelas;
Cara menggunakan : diminum 1 kali sehari 3/4 gelas.
Bisul
Bahan: daun sirsak yang masih muda secukupnya;
Cara membuat: ditumbuk halus dan ditambah 1/2 sendok air,
diaduk sampai merata;
Cara menggunakan : ditempelkan pada bagian bisul.
Komposisi :
Sirsak (Annona muricata) pada setiap 100 gramnya mengandung
nilai kalori sebanyak 65 kalori, protein 1 gram, lemak 0,3 gram, hidrat arang
16,3 gram, kalsium 14 miligram, fosfor 27 miligram, besi 0,6 miligram, vitamin
A 10 SI, vitamin B, 0,07 miligram, vitamin C 20 miligram dan zat air 81,7
persen. Di samping itu, pada bagian daun clan batangnya mengandung unsur
senyawa tanin, fitosterol, ca-oksalat clan alakaloid murisine.
Sunday, May 22, 2016
Daun Encok
Daun Encok
(Plumbago zeylanica L.)
Sinonim :
= P. auriculata, Bl. = Tela alba, Lour.
Familia :
Plumbaginaceae
Uraian :
Tumbuhan ini berasal dari Sri Lanka, kemudian menyebar ke
seluruh kawasan tropik, termasuk Indonesia dan kepulauan Pasifik. Daun encok
tumbuh liar di ladang, di tepi saluran air atau ditanam di pekarangan sebagai
pagar hidup dan tempat-tempat lainnya sampai setinggi + 800 m dpi. Perdu
tahunan yang menaik, berbatang panjang, tinggi 0,6 - 2 m. Batang berkayu,
bulat, licin, beralur, bereabang. Daun tunggal, letak berseling, bertangkai
yang panjangnya 1,5 - 2,5 cm, pangkal tangkai daun agak melebar, memeluk batang.
Daun bulat telur sampai jorong, panjang 5 - 11 cm, lebar 2 - 5 cm, ujung
runcing, pangkal tumpul, tepi beringgit, pertulangan menyirip, wamanya hijau.
Bunga majemuk dalam tandan yang keluar di ujung tangkai, kecil-kecil, berambut,
berwarna putih. Buah kecil, bulat panjang, masih muda hijau, setelah tua hitam.
Biji kecil, cokelat. Perbanyakan dengan biji atau setek.
Nama Lokal :
Daun encok, ki encok (Sunda), ceraka (Sumatera); Bama,
godong encok, poksor (Jawa). kareka (Madura); Bama (Bali), oporie (Timor). ;
Agni, chitra, chitraka (India, Pakistan),; Ceylon leadwort, white flowered
leadwort (Inggris).;
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Rematik sendi, memar (lebam), keseleo, nyeri lambung, kurap,
; Kanker dan kanker darah.;
Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIGUNAKAN : Akar dan herba.
INDIKASI :
Indikasi Akar berkhasiat untuk mengatasi:
- rematik sendi, memar (lebam),
- keseleo, nyeri lambung,
- kurap, dan kanker darah.
CARA PEMAKAIAN :
Akar sebanyak 10 - 15 g, direbus selama lebih dari 4 jam.
Pemakaian luar, daun diremas lalu diletakkan pada bagian
tubuh yang kena rematik, sakit pinggang, memar, kurap, kusta, skabies, sakit ke
ala atau diletakkan di perut bagian bawah bila kencing kurang lancar. Saat
menggunakan remasan daun ini jangan lebih dari 1/2 jam agar tidak timbul lepuh
seperti luka bakar.
CONTOH PEMAKAIAN :
1. La Rematik
a. Siapkan
segenggam daun segar, dicuci lalu ditumbuk halus.
Tambahkan air
hangat seperlunya sampai adonan seperti bubur.
Gunakan untuk
melumas dan menggosok bagian tubuh yang sakit.
Lakukan 2 kali
sehari.
b. Siapkan daun
segar sebanyak 15 g lalu dicuci bersih. Tambahkan
kapur sirih
sebanyak 1 sendok makan. Carnpuran ini lalu ditumbuk
sampai lumat,
kemudian dibalurkan ke tempat yang.sakit.
2. Sakit kepala
a. Siapkan daun
encok secukupnya, lalu dipipis. Tambahkan sedikit
minyak kelapa
sampai menjadi adonan seperti bubur. Letakkan di
pelipis dan
bagian kepala yang sakit sebagai tapal. Cukup 30
menit supaya tidak terjadi lepuh.
b. Siapkan daun
encok segar, lalu cuci bersih dan memarkan.
Oleskan minyak
kelapa lalu layukan di atas api. Tempelkan di
belakang
telinga.
3. Kencing kurang lancar
Ambil daun encok
secukupnya, tambahkan adas pulosari lalu giling
halus. Gosokkan
ramuan tersebut di perut bagian bawah, tepat di
posisi kandung
kencing. Cukup 30 menit agar tidak terjadi lepuh.
4. Kanker darah
Siapkan akar daun
encok, biji Livistona chinensis, Hedyotis diffusa
(rumput lidah
ular) dan Verbena officinalis (verbenae berbalma bian cao), masing-masing 30 g, dan Spica
prunellae (xia ku caol dari
tumbuhan Prunella
vulgaris L.) 15 g. Akar daun encok direbus
terlebih dahulu selama 4 jam dengan air bersih
secukupnya.
Tambahkan air bila
air rebusannya.berkurang. Setelah 4 jam, baru
bahan obat
lain-lainnya dimasukkan. Didihkan kembali selama 1/2
jam. Setelah
dingin disaring, dibagi untuk 3 kali minum. Sehari 3
kali,
masing-masing 1/3 bagian.
5. Kusta, skabies, dan kelainan kulit
Ambil akar daun
encok, lalu cuci dan tumbuk sampai halus.
Tambahkan sedikit
susu dan air sambil diaduk merata sampai
menjadi adonan
seperti pasta. Oleskan ke bagian tubuh yang sakit.
CATATAN :
- Perempuan hamil dilarang menggunakan.
- Bila timbul keracunan pada kulit, cuci dengan asam borat
(boric acid).
- Daun hanya digunakan untuk pemakaian luar. Pemakaian luar
juga
dibatasi selarna 1/2
jam. Terlalu lama menyebabkan timbulnya lepuh
seperti luka bakar.
Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Daun encok bersifat
pahit, tonik, dan beracun. KANDUNGAN KIMIA : Daun mengandung plumbagin,
3-3-biplumbagin, 3-chloroplum- bagin, chitranone (3-6-biplumbagin), dan
droserone (2-hydroxy plum- bagin). Zat berkhasiatnya yang bernama plumbagin
sangat beracun dan pada pemakaian lokal dapat menyebabkan kerusakan kulit
berupa lepuh seperti luka bakar. Efek Farmakologis dan hasil Penelitian :
Pemberian sari akar daun encok dalam alkohol 50% dengan dosis 100 mglkg bb dan
150 mglkg bb yang diberikan secara oral pada mencit betina, mempunyai efek
antifertilitas dan abortivum (Sariati Sirait, Jurusan Farmasi, FMIPA USU,
1990).
Subscribe to:
Posts (Atom)






